Kendek, Rizal Simon (2026) Analisis Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Rugi-Rugi Daya Trafo 3 Fasa Pada Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 KV Di PT. PLN ULP Rantepao (Studi Kasus: Wilayah Tondon Si Ba'ta ). Diploma thesis, Universitas Kristen Indonesia Toraja.
Halaman Sampul - Rizal Simon.pdf
Download (10MB)
Bab I - Rizal Simon.pdf
Download (70kB)
Bab II - Rizal Simon.pdf
Download (453kB)
Bab III - Rizal Simon.pdf
Restricted to Registered users only
Download (362kB)
Bab IV - Rizal Simon.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab V - Rizal Simon.pdf
Download (88kB)
Daftar Pustaka - Rizal Simon.pdf
Download (139kB)
Lampiran - Rizal Simon.pdf
Download (1MB)
Abstract
Sistem distribusi tenaga listrik harus dijaga dalam kondisi seimbang antar fasa agar tetap stabil dan efisien. Di lapangan, ketidakseimbangan beban sering terjadi akibat distribusi pelanggan satu fasa yang tidak merata, yang berdampak pada peningkatan rugi daya dan potensi pemanasan berlebih pada transformator. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis persentase ketidakseimbangan beban (%KB) pada transformator tiga fasa di Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV wilayah Tondon Si Ba'ta, serta menganalisis pengaruhnya terhadap kondisi operasi transformator berdasarkan standar SPLN. Data arus tiga fasa (IR, IS, IT) pada sisi primer JTM 20 kV dikumpulkan selama 31 hari pada periode siang dan malam, kemudian dihitung menggunakan metode NEMA dan divalidasi melalui simulasi MATLAB Simulink. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata %KB sebesar 2,54% pada siang hari dan 5,06% pada malam hari, dengan Fasa R secara konsisten menanggung beban terbesar. Nilai %KB tertinggi tercatat sebesar 9,85% pada malam hari ke-28, masih di bawah batas standar SPLN sebesar 10%. Ketidakseimbangan beban juga terbukti berpengaruh terhadap rugi daya transformator, dengan rata-rata rugi daya sebesar 1.458,15 W pada siang hari dan 1.878,65 W pada malam hari, atau meningkat sekitar 28,84%, dengan rugi daya tertinggi sebesar 2.158,74 W pada malam hari ke-26. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun transformator masih beroperasi dalam batas standar SPLN, ketidakseimbangan beban tetap berkontribusi terhadap meningkatnya rugi daya, terutama pada kondisi beban puncak malam hari, sehingga redistribusi pelanggan dari Fasa R ke Fasa S atau T direkomendasikan untuk menjaga margin keamanan operasi transformator.
Kata kunci: ketidakseimbangan beban, rugi daya, transformator distribusi, JTM 20 kV, metode NEMA
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Elektro |
| Depositing User: | Unnamed user with username perpustakaan2_1 |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 07:58 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 07:58 |
| URI: | https://repo.ukitoraja.ac.id/id/eprint/1758 |

