Analisa Karakteristik Solar Cell Tipe Monocrystalline Dengan Variasi Intensitas Cahaya

Parura, Misel Mikael Pata' (2026) Analisa Karakteristik Solar Cell Tipe Monocrystalline Dengan Variasi Intensitas Cahaya. Diploma thesis, Universitas Kristen Indonesia Toraja.

[thumbnail of Halaman Sampul] Text (Halaman Sampul)
Halaman Sampul- Misel.pdf

Download (931kB)
[thumbnail of Bab I] Text (Bab I)
Bab I - Misel.pdf

Download (446kB)
[thumbnail of Bab II] Text (Bab II)
Bab II - Misel.pdf

Download (860kB)
[thumbnail of Bab III] Text (Bab III)
Bab III - Misel.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of Bab IV] Text (Bab IV)
Bab IV - Misel.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of Bab V] Text (Bab V)
Bab V - Misel.pdf

Download (345kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka - Misel.pdf

Download (446kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
Lampiran - Misel.pdf

Download (5MB)

Abstract

Misel Mikael Pata’ Parura Analisis karakteristik solar cell tipe monocrystalline dengan variasi intensitas cahaya di bimbing oleh: Dr. Ir. Yafet Bontong, S.T., M.T. dan Ir.Nofrianto Pasae, S.T., M.T. Energi surya merupakan salah satu energi terbarukan yang sangat potensial dalam
menjawab tantangan krisis energi global. Solar cell tipe monocrystalline dikenal memiliki efisiensi lebih tinggi dibanding tipe lainnya, namun performa konversinya sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang diterima.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik solar cell monocrystalline terhadap variasi intensitas cahaya, dengan fokus pada perubahan parameter kelistrikan
yang meliputi tegangan rangkaian terbuka (Voc), arus hubung singkat (Isc), tegangan maksimum (Vmp), arus maksimum (Imp), daya keluaran maksimum (Pout), fill factor (FF), dan efisiensi konversi (η). Metode yang digunakan bersifat eksperimental dengan memberikan variasi intensitas cahaya buatan dalam rentang ±450–600 W/m². Data intensitas diperoleh melalui lux meter, sedangkan pengukuran arus dan tegangan dilakukan dengan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan daya keluaran solar cell. Pada intensitas rendah 460 W/m² diperoleh Pout sekitar ±21,5 W dengan efisiensi konversi ±12,8%, sedangkan
pada intensitas tertinggi 595 W/m² Pout meningkat hingga ±37,6 W dengan efisiensi puncak ±18,2%. Nilai arus hubung singkat meningkat hampir linier terhadap intensitas
cahaya dengan korelasi kuat r = 0,96, sedangkan tegangan hanya mengalami kenaikan kecil yang cenderung mendekati titik saturasi. Analisis FF menunjukkan nilai rata-rata
0,72, menandakan kualitas modul cukup baik dalam menjaga kestabilan daya keluaran. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa karakteristik monocrystalline solar cell sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya, dengan performa optimal terjadi pada kisaran 550–580 W/m² sebelum adanya kecenderungan penurunan akibat faktor termal. Temuan ini memberikan gambaran mendalam mengenai hubungan intensitas
cahaya dan kinerja modul monocrystalline, yang dapat dijadikan acuan dalam perencanaan sistem tenaga surya, khususnya untuk optimasi kondisi pencahayaan pada aplikasi skala rumah tangga maupun komersial.
Kata kunci: Solar cell, monocrystalline, intensitas cahaya, karakteristik listrik, efisiensi, daya keluaran

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Unnamed user with username perpustakaan2_1
Date Deposited: 23 Jul 2026 07:55
Last Modified: 23 Jul 2026 07:55
URI: https://repo.ukitoraja.ac.id/id/eprint/1600

Actions (login required)

View Item
View Item