Pongtasik, Yunus (2026) Simulasi Hidrolik Tinggi Muka Air Banjir Sungai Saddang Dari Hulu Jembatan Tagari Hingga Jembatan Singki’ Di Kabupaten Toraja Utara Menggunakan Software HEC-RAS. Diploma thesis, Universitas Kristen Indonesia Toraja.
Halaman Sampul - Yunus Pongtasik.pdf
Download (1MB)
Bab I - Yunus Pongtasik.pdf
Download (208kB)
Bab II - Yunus Pongtasik.pdf
Download (606kB)
Bab III - Yunus Pongtasik.pdf
Restricted to Registered users only
Download (531kB)
Bab IV - Yunus Pongtasik.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Bab V - Yunus Pongtasik.pdf
Download (197kB)
Daftar Pustaka - Yunus Pongtasik.pdf
Download (198kB)
Lampiran - Yunus Pongtasik.pdf
Download (603kB)
Abstract
Sungai Saddang adalah salah satu sungai yang terletak di Kabupaten Toraja utara, Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil wawancara langsung dengan warga setempat, arus besar yang sering terjadi setiap tahun disebabkan derasnya hujan
mengakibatkan kerusakan sarana fasilitas umum, kebun, sawah dan daerah permukiman, Ini lebih diperburuk lagi dengan adanya gerusan aliran sungai yang menimbulkan kerusakan tebing sungai yang mengancam fasilitas-fasilitas penting
yang ada disekitarnya, dan merupakan salah satu daerah yang membutuhkan perhatian khusus. Analisis curah hujan rencana dihitung menggunakan metode Gumbel . Untuk menghitung debit rencana sungai Saddang ini menggunakan metode HSS Nakayyasu dengan data curah hujan dari stasiun Makale, periode pencatatan tahun 2015 s/d 2024. Untuk perhitungan tinggi muka air menggunakan aplikasi HEC-RAS. Perhitungan debit banjir rencana menggunakan metode HSS Nakayasu menunjukkan bahwa debit mengalami peningkatan seiring bertambahnya periode ulang. Debit yang diperoleh berturut-turut sebesar 1052,427 m³/detik (Q2), 1343,124 m³/detik (Q5), 1551,933 m³/detik (Q10), dan 1803,400 m³/detik (Q25). Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar kala ulang, semakin besar pula potensi debit puncak yang harus ditampung oleh penampang sungai. Hasil simulasi banjir menggunakan HEC-RAS menunjukkan bahwa peningkatan debit rencana berpengaruh langsung terhadap kenaikan tinggi muka air dan jumlah titik yang mengalami limpasan. Pada kala ulang yang lebih besar, genangan terjadi pada lebih banyak sta dengan tinggi muka air maksimum yang semakin meningkat, yaitu dari 7,37 m pada Q2 hingga 9,39 m pada Q25. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pada beberapa segmen, kapasitas penampang Sungai Saddang tidak mampu menampung debit banjir rencana, sehingga berpotensi menimbulkan banjir pada wilayah sekitarnya.Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa Sungai Saddang
memiliki potensi risiko banjir yang meningkat seiring bertambahnya periode ulang, sehingga diperlukan upaya pengelolaan dan pengendalian banjir pada segmen-segmen yang rawan limpasan.
Kata kunci: Sungai Saddang, Banjir, Tinggi Muka Air, Hidrolika, HEC-RAS
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | Unnamed user with username perpustakaan2_1 |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 07:03 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 07:03 |
| URI: | https://repo.ukitoraja.ac.id/id/eprint/1671 |

