Pala'biran, Kelvin (2026) Pengaruh Temperatur Nozzel Pada 3D Printing Menggunakan Filament ABS Terhadap Kekuatan Tarik Dan Kelenturan. Diploma thesis, Universitas Kristen Indonesia Toraja.
Halaman Sampul - Kelvin Palabiran.pdf
Download (298kB)
Bab I - Kelvin Palabiran.pdf
Download (202kB)
Bab II - Kelvin Palabiran.pdf
Download (346kB)
Bab III - Kelvin Palabiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (273kB)
Bab IV - Kelvin Palabiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (259kB)
Bab V - Kelvin Palabiran.pdf
Download (139kB)
Daftar Pustaka - Kelvin Palabiran.pdf
Download (138kB)
Lampiran - Kelvin Palabiran.pdf
Download (608kB)
Abstract
Kelvin Pala’biran, Pengaruh temperatur nozzel pada 3D printing menggunakan filament ABS terhadap kekuatan tarik dan kelenturan. Dr. Frans R. Bethony, S.T., M.T. dan Ir. Risa Lasarus, S.T., M.T. Perkembangan teknologi manufaktur aditif khususnya 3D printing semakin pesat dan banyak digunakan dalam pembuatan prototipe maupun produk fungsional. Salah satu parameter penting dalam proses 3D printing adalah temperatur nozzle, yang berpengaruh terhadap kualitas dan sifat mekanik hasil cetakan. Filamen ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) merupakan material yang umum digunakan karena memiliki kekuatan mekanik yang baik, namun karakteristiknya sangat dipengaruhi oleh pengaturan suhu pencetakan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur nozzle terhadap kekuatan tarik dan kelenturan hasil cetakan 3D printing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur nozzle sebesar 250°C, 260°C, dan 270°C menggunakan filamen ABS terhadap kekuatan tarik dan kelenturan hasil cetakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium dengan menggunakan mesin 3D printing tipe Fused Deposition Modeling (FDM). S pesimen dibuat sesuai standar ASTM D638 untuk uji tarik dan ASTM D790 untuk uji bending. Pengujian dilakukan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) untuk memperoleh data kekuatan tarik dan kelenturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur nozzle berpengaruh signifikan terhadap
sifat mekanik material. Kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada temperatur 270°C sebesar 13,855 N/mm, sedangkan nilai terendah pada temperatur 250°C sebesar 3,338 N/mm. Pada pengujian bending, nilai kekuatan tertinggi juga diperoleh pada temperatur 270°C sebesar 23,084 N/mm. Kesimpulannya, peningkatan temperatur nozzle pada proses 3D printing menggunakan filamen ABS dapat meningkatkan kekuatan tarik dan kekuatan bending hasil cetakan, dengan nilai optimal
diperoleh pada suhu 270°C.
Kata kunci: Temperatur nozzle, 3D printing, filament ABS, kekuatan tarik, bending
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Mesin |
| Depositing User: | Unnamed user with username perpustakaan2_1 |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 06:47 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 06:47 |
| URI: | https://repo.ukitoraja.ac.id/id/eprint/1605 |

