Ekstraksi Fitur Sinyal Sensor Photoplethysmography Dalam System Estimasi Tekanan Darah Manusia Dengan Metode Second Derevative Photoplethysmography(APG)

Pasangkin, Fino Samma' (2026) Ekstraksi Fitur Sinyal Sensor Photoplethysmography Dalam System Estimasi Tekanan Darah Manusia Dengan Metode Second Derevative Photoplethysmography(APG). Diploma thesis, Universitas Kristen Indonesia Toraja.

[thumbnail of Halaman Sampul] Text (Halaman Sampul)
Halaman Sampul - Fino Samma'.pdf

Download (5MB)
[thumbnail of Bab I] Text (Bab I)
Bab I - Fino Samma'.pdf

Download (507kB)
[thumbnail of Bab II] Text (Bab II)
Bab II - Fino Samma'.pdf

Download (675kB)
[thumbnail of Bab III] Text (Bab III)
Bab III - Fino Samma'.pdf
Restricted to Registered users only

Download (739kB)
[thumbnail of Bab IV] Text (Bab IV)
Bab IV - Fino Samma'.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of Bab V] Text (Bab V)
Bab V - Fino Samma'.pdf

Download (499kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka - Fino Samma'.pdf

Download (659kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
Lampiran - Fino Samma'.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi fitur sinyal Photoplethysmography (PPG) dan membangun model estimasi tekanan darah secara non-invasif menggunakan metode Second Derivative Photoplethysmography (APG). Data diperoleh dari 30 partisipan menggunakan sensor PPG dalam kondisi istirahat, kemudian dilakukan proses pra-pemrosesan berupa filtering untuk mengurangi noise serta perhitungan turunan pertama dan kedua untuk menghasilkan sinyal APG. Dari sinyal tersebut diekstraksi fitur berupa amplitudo puncak a, b, c, d, dan e serta rasio antar puncak (b/a, c/a, d/a, e/a) yang digunakan sebagai variabel dalam pemodelan. Metode pemodelan yang digunakan adalah Multiple Linear Regression (MLR) dan Support Vector Regression (SVR) dengan pembagian data latih dan data uji sebesar 80:20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SVR memiliki performa yang lebih baik dibandingkan MLR berdasarkan nilai Mean Absolute Error (MAE) dan Root Mean Square Error (RMSE) yang lebih kecil. Namun, nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh masih bernilai negatif, yang menunjukkan bahwa model belum mampu memodelkan hubungan antara fitur APG dan tekanan darah secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan lebih lanjut pada kualitas data, jumlah sampel, dan optimasi model untuk meningkatkan akurasi estimasi tekanan darah berbasis sinyal PPG
Kata kunci: APG, ekstraksi fitur, machine learning, Photoplethysmography (PPG), Support Vector Regression (SVR), tekanan darah

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: Unnamed user with username perpustakaan2_1
Date Deposited: 21 Sep 2026 07:23
Last Modified: 21 Sep 2026 07:23
URI: https://repo.ukitoraja.ac.id/id/eprint/1755

Actions (login required)

View Item
View Item